Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
Hari ini 21 ramai seramai-ramai nya. 5cm, Habibie & Ainun, Mika. Yap ketiga film inilah penyebab utama nya. Sambil menunggu waktu tayang film, kami berempat terpaksa berdiri di dekat pintu masuk (studio nya bersebelahan dengan pintu masuk) kursi di waiting room full akan ramai nya orang yang akan menonton ketiga film tersebut.

Entah berapa lama kami berdiri, berdiri dan menunggu. Sesekali sambil mengamati para pengunjung 21.

Saat itulah tiba-tiba mata ku stuck di satu orang. Kuliat sosok nya bersama kedua teman. Sebut saja a-girl-who-wear-blue-dress-and-black-blazer. Inilah pertemuan pertama ku dengan nya atau lebih tepat nya pertama kali kulihat sosok nya di dunia nyata. Selama ini yang kulihat hanya melalui layar laptop 14inchi ku. Tapi entah mengapa saat kulihat dirinya berjalan di dekatku menuju loket karcis "Yep ! That her for sure" tegas ku dalam hati. 

How can I didn't realize of her ? I noticed every little things about her until now ! She was a girl who made my heart broke couple month ago. She was girl who had been official with ... (should i wrote down his name ?) but now they over and should you know I'm not the person who feel glad to hear this (when you FIL with someone you'll defenselessness and hoping both of them happy ever after, isn't it ?)

Kuperhatikan dia hingga sosok nya menghilang berjalan menuju pintu keluar, yap dia yang berada di level atas dan saya yang tidak akan pernah menandingginya :)) More than all, I glad finally i can meet with her. i correct, i'm glad can live see her. She's better)
Kadang" suka ngerasa sudah seperti boneka chukky diantara jejeran boneka barbie.
hmm bukan maksud nya pengen ngejalekin diri sendiri, cuman kalo bisa menilai diri sendiri mungkin saya akan memberikan nilai 6.5/10 untuk diri saya sendiri.
Entah kenapa orang" sekeliling saya mulai bertransisi layak nya barbie. they grow up and more beauty and me ? I grow up and seems like same as before. *padahal dulu jelek nya sama, tapi....*

dan demi tidak membuat ku semakin terpenjorok ke lubang hitam. I'll try to make a list 'what I thanked the things on my self'

1. 168cm.
Gak semua orang bisa begini men \m/ betapa sering nya saya mendengar 'astaga... mau ku punya tinggi kayak kau' atau kalimat" bernada sejenis. Bagaimana tatapan orang" baru ketika melintas didepannya, bagaimana mereka terkagum atau mungkin bingung (?) haha
btw sesekali pengen coba pake heels 5cm atau diatas nya. Pake alas kaki yang hak nya 3cm saja sudah banyak yg protes -_-

2. 46kg.
ini terakhir timbang sekitar 2thn yg lalu tau deh sekarang. Tapi kayak nya gak banyak berubah. Badan ku tipe makan-banyak-susah-melar and you know I hate it !! sebenar nya tidak ada yang selah dengan 46kg, yg salah itu ketika 46kg bertemu dengan 168cm. Jauuuuuuuuuuuuh dari proporsional. Kalau seperti ini apa beda nya saya dengan bambu yang bisa dipakai para ibu buat ngambil belimbing ?

3. Rambut
Rambut hitam-lurus-tipis-dan-mudah jatuh *kemudian kibas rambut ala model iklan shampoo*. Paling kalo bercabang doang, mau gak mau yang di potong

4. Kuku
Kuku yang panjang yang kalo di nail-art pasti baguuuus banget. sayang nya masih gak berani. takut kuning. Apalagi kuku ku rentan rapuh banget (sama kayak hati sang empunya haha)

5. Mata
Mata yang mayoritas ada di asia timur. Entah sudah berapa kali dikira anak negara sebrang.

6. Brain
Iyes :)) yang paling penting ini. percuma kayak barbie tapi otak nya gak lebih dari mikro-plankton. Dan untung nya saya bisa dikategorikan golongan menengah ke atas bagian tengah nah bingung kan untuk urusan otak :)

What the most I hate on my self is the one and only : acne 

hiyaaaak !! butcher it on my face soon God. pleaseee. I begging :'(
they take over my chin, both my cheek and especially thin and nose also. They much and everywhere. never gone. Gosh x_x
And this so influential with my self confidence
(i give 8.5/10 point with this. so fucking bothering, my face look reddish, oily and ewwwr didn't nice for looking)

Should I wear mask to hide my face in public ?
Nama nya Sulas. Gadis yang baru memasuki masa transisinya setelah dua belas tahun berada pada sistem yang monoton. Berada di lingkungan baru membuat nya menjadi canggung dan ketika beradapatasi adalah hal yang paling memuakkan baginya.

bayangkan saja, kebiasaan" lama yang menyenangkan harus dia tanggalkan untuk dapat bertahan dalam rimba hidup yang baru nya. ketika lingkungan baru nya menjadi sangat asing. semua orang di sekitar nya mulai tampak seperti penjahat, bermuka dua. semua nya terlalu memuakkan baginya.

kawan ...
kawan lama nya tentu lebih menyenangkan dibanding yang baru. kawan lama yang mengerti betul akan kebiasaan nya. dibandingkan teman nya yang sekarang yang tampak sama sekali tidak menarik bagi Sulas.

Sulas bisa saja menjalani kehidupan baru nya sebagai manusia individualism. Tapi tentu akan jauuuuuuuh lebih memuakkan lagi. Bagaimana bisa terus bertahan ketika batin mulai tidak nyaman ?

"Terlalu drama... terlalu sembrono... terlalu ekstrem... terlalu monoton"

Sulas mulai tidak bisa membedakan yang tulus dan yang  'pamrih'. Sulas seakan-akan berencana untuk menutup mata akan sekitar nya. Seakan-akan inilah jalan satu-satu nya agar tidak terjebak. Toh semua orang mulai tampak bermuka dua, saling mengejek, berlomba agar doktrin konyol nya bisa disusupkan ke otak. segala sesuatu yang baru dirasakan oleh nya sekarang, Tidak masuk akal !

Entah berapa sering nya Sulas ketika tiba di peristirahatan nya, mengeluh kan tentang semua ini. Semua penghuni mati ruangan itu mungkin terlalu bosan mendengar nya lagi dan lagi.

"yaaa mau tidak mau, harus mau. Mau apa lagi ? Tidak ada pilihan lain"

Ketika batin dan kewajiban nya mulai tidak saling mendukung. Hal manakah yang patut untuk diperjuangkan ?


 I hate when they always repeated ask me ‘Why you late today?’ or ‘What happen to you?’
Until one day, I aware that they were my new friends, perhaps they only see my outlook.
They didn’t me so well. They didn’t know my personality, my habit.
And I'll never know they were real or only fake friends.
Nov 19th. Early morning
area dahi dan hidung trouble banget !!!!
 03.28 am

Sunyi. Disaat semua orang sibuk menikmati tidurnya, saya hanya bisa mengela nafas panjang dan bersabar. Entah sejak kapan insomnia mulai menjadi bagian dari diriku yang tidak bisa dipisahkan. SMP, SD, playgroup, entahlah... rasa nya sudah sejak dulu. 




03.35 am
Adzan subuh mulai terdengar dari mesjid dekat rumah. bukan kali pertama saya mendengar adzan subuh dengan mata yang benar-benar "terang". Hal-hal seperti inilah yang paling sering membuat saya terlambat ke sekolah. sedangkan mereka, yang sama sekali tidak mengetahui apa-apa seenaknya menganggap saya sebagai pemalas, tukang tidur dan ejekan lainnya yang bermakna sama. Poor me.

03.48am
Terlalu sering saya mendengar kata-kata "tidur cepat ! besok terlambat lagi" atau "lebih baik itu orang tidak tidur siang daripada tidak tidur kalau malam" bahkan "sapasuruh tidak tidur kalau malam". Dan tampak nya semua kata-kata itu sama sekali tidak berguna. Percuma tidur cepat, toh nanti tengah malam juga akan bangun lagi. Percuma tidur lambat, semakin larut maka mataku akan semakin susah untuk tertutup.

03.58am
Tiba-tiba terpikir untuk melihat Fort Rotterdam melalui Google Maps. Sekilas mirip kura-kura raksasa. Kembali ke topik, insomnia itu sudah bagaikan kelenjar susu pada kucing jantan :| tidak diperlukan tapi susah dipisahkan. Selada, susu, rambut dikeramas, teh hangat, buku bacaan, musik klasik, relaxing, aromatherapy, dan segala macamnya sudah pernah dicoba. Sayangnya, mereka semua tidak beguna.

04.32am
Sementara Britney Spears sibuk berkicau di 'baris waktu', satupersatu ayam peliharaan Bapak juga mulai berkokok. Suara adzan mesjid pun berangsur-angsur mengecil dan perlahan menghilang. Fajar juga pasti sudah mulai bersiap-siap akan bangkit. Dan seperti biasa, yang bisa kulakukan hanya menghirup sepuas-puasnya udara subuh dan menyaksikan matahari terbit perlahan-lahan dari jendela kamar. Btw, satu hal yang saya suka, daerah sekitar mata yang tidak pernah menghitam dan kantung mata tidak pernah muncul. So, all of they never know I'm a insomnia-ers
Dear all of you, Thanks for your pleasure to come and getting a part into my life. Thanks for accept all my bad habits, my weird acts, my silly words etc a lot thanks about it at all. You know, sometimes when I was alone my room and face a mirror, I was looked a girl who looked so bad to bad than a Frankenstein or a Shrek, seriously. And ‘it’ seems made me hate my self so fucking bad. If my self can approve ‘it’ so well, how can you are ? I trying to accept me self to never complain, but it’s too hard. So stuck with my self and hoping I can be someone’s self whom more be better than I am. I didn’t beauty, didn’t rich, didn’t have a sweet attitude, didn’t smart, didn’t have popularity, didn’t perfect. I’M NOT !!! So what did you think that I deserve to be your friends ? I was often guess what I am without all of you ? Were you really approving me, I mean with all my badness. Or you acting so damn nice in from of me to made me felt comfort and confidence with my self ? Whose knows ? Everything is possible. Override all of these reasons; I hope you pick me without looking materiality’s side. Once more, a big tank thank you my dear friends (I mean my real friends who approve my self without a conditional). Thanks for your loyal and made me feel that I a human who have something worth more than a million polished diamonds. Yes, when I spending time with you it make me fell that my self is so damn better and I shouldn’t change my self. Better to be own :)
typo : maksud nya di situ 'figure'

what r u really waiting for ?

puluhan tetes hujan yang turun dengan keras saat itu sukses membuat tubuh basah dan memaksa untuk tidak melanjutkan perjalanan. ditawarannyalah untuk berteduh di sebuah rumah yang jarak nya tidak jauh.

dengan sikap ramahnya sang pemilik rumah menyabut *sikap yang dari dulu sangat ku kagumi, ramah, sangat ramah dan lembut malah* saat itu, ditemani 5 cangkir mocca hangat, hamster hitam pekat yang sibuk berlari di roll way nya, serta suhu udara yang bisa memaksa seseorang untuk tetap tinggal di bawah selimut nya.

sementara mereka sibuk blablabla-whatever-blabla, aku mulai menjelajahi sekitar, mencari sesuatu berguna yang dapat digunakan untuk menghangatkan diri. tiba" pemilik rumah melemparkan handuk nya kepadaku. sepertinya ia sadar apa yang kuperlukan.

saat itulah tidak sengaja kulihat mata'mu' yang mengarah tepat kearah ku. sorot mata itu, entah apa yang ada dipikiran 'mu' saat itu. rasa kasihan, merasa bersalah, atau aneh ? entahlah. peduli apa aku saat itu.
my SHS looked by Google maps