puluhan tetes hujan yang turun dengan keras saat itu sukses membuat tubuh basah dan memaksa untuk tidak melanjutkan perjalanan. ditawarannyalah untuk berteduh di sebuah rumah yang jarak nya tidak jauh.
dengan sikap ramahnya sang pemilik rumah menyabut *sikap yang dari dulu sangat ku kagumi, ramah, sangat ramah dan lembut malah* saat itu, ditemani 5 cangkir mocca hangat, hamster hitam pekat yang sibuk berlari di roll way nya, serta suhu udara yang bisa memaksa seseorang untuk tetap tinggal di bawah selimut nya.
sementara mereka sibuk blablabla-whatever-blabla, aku mulai menjelajahi sekitar, mencari sesuatu berguna yang dapat digunakan untuk menghangatkan diri. tiba" pemilik rumah melemparkan handuk nya kepadaku. sepertinya ia sadar apa yang kuperlukan.
saat itulah tidak sengaja kulihat mata'mu' yang mengarah tepat kearah ku. sorot mata itu, entah apa yang ada dipikiran 'mu' saat itu. rasa kasihan, merasa bersalah, atau aneh ? entahlah. peduli apa aku saat itu.
dengan sikap ramahnya sang pemilik rumah menyabut *sikap yang dari dulu sangat ku kagumi, ramah, sangat ramah dan lembut malah* saat itu, ditemani 5 cangkir mocca hangat, hamster hitam pekat yang sibuk berlari di roll way nya, serta suhu udara yang bisa memaksa seseorang untuk tetap tinggal di bawah selimut nya.
sementara mereka sibuk blablabla-whatever-blabla, aku mulai menjelajahi sekitar, mencari sesuatu berguna yang dapat digunakan untuk menghangatkan diri. tiba" pemilik rumah melemparkan handuk nya kepadaku. sepertinya ia sadar apa yang kuperlukan.
saat itulah tidak sengaja kulihat mata'mu' yang mengarah tepat kearah ku. sorot mata itu, entah apa yang ada dipikiran 'mu' saat itu. rasa kasihan, merasa bersalah, atau aneh ? entahlah. peduli apa aku saat itu.


