Dear Makoto.
Apa kabarmu ? rasanya sudah dua tahun
apakah kamu terkejut dengan surat yang tiba-tiba ?
partama-tama, aku ingin minta maaf karena menghilang tampa berterima kasih untuk semua yang kamu telah lakukan untuk aku.
On that day you kissed me
aku tiba-tiba merasa malu
bukan dengan ciuman
pada kenyataan bahwa aku yang selalu berbicara, dan tidak dewasa sama sekali.
itu sebabnya, aku memutuskan untuk mengambil sedikit petualangan
aku sebut itu, "perjalanan kemerdekaan"
hanya tergantung pada kamera ku, seperti yang kau ajarkan kepadaku bagaimana menggunakan
aku datang ke new york seorang diri
ini adalah hal yang baik bahwa aku memilih keberanian untuk datang, tapi
aku tidak punya tujuan
aku hanya berkeliling selama berhari-hari.
......
dan wawasanku, yang telah tumbuh begitu banyak dalam dua tahun ini
aku yakin kamu akan terkejut ketika kamu melihat aku sekarang
karena ketika aku bilang kepadamu sebelumnya, aku akan menjadi wanita mengagumkan
aku yakin kamu akan menyesal
"seharusnya aku pergi keluar dengan memeluk punggungnya" kau akan berkata
tapi sebenarnya, hal-hal seperti itu tidak penting
sekarang, aku hanya ingin melihat kamu
aku ingin bertemu denganmu, dan jika mungkin, aku ingin kau memuji aku
aku ingin kau katakan: "kamu telah bekerja keras. Bagus"
Dengan suara yang baik, sama seperti waktu itu
"kamu tidak bisa menyebrang di sini, jadi kamu harus menyebrang dari sana"
aku jatuh cinta dengan kamu pada saat itu, kau tahu
i starter to love you more than any person in this world, you know
Hey Makoto
Apakah ada setidaknya sedikit cinta dalam ciuman itu ?
|Ada. Bahkan tidak sedikit. Kau. Kau segalanya bagiku|
Aku. Aku senang aku dilahirkan sebagai diriku sendiri. Aku bersyukur aku dilahirkan sebagai aku, bukan orang lain

